Bersiap Penuhi Target Baru, BRMP Bali Gelar TOT PM-AAS untuk Petani dan Penyuluh di Jembrana
Jembrana, 15 Juli 2026 – Setelah sukses melaksanakan penanaman demplot seluas 100 hektare Program Pertanian Modern–Advance Agriculture System (PM-AAS) di Subak Tibubeleng, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Balai Besar Penerapan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali kini bersiap menghadapi target baru dari Menteri Pertanian.
Pemerintah menargetkan penerapan PM-AAS seluas 15.976 hektare di Provinsi Bali. Menindaklanjuti target tersebut, Kepala BRMP Bali menyampaikan bahwa apabila luasan tersebut dibagi dengan jumlah penyuluh pertanian di Bali, maka setiap penyuluh memiliki tanggung jawab mendampingi penerapan PM-AAS pada lahan seluas sekitar 38 hektare.
Sebagai langkah percepatan pencapaian target tersebut, BRMP Bali menggelar Training of Trainers (TOT) bagi penyuluh pertanian dan petani di Subak Tibubeleng, Jembrana. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas peserta dalam penerapan teknologi pertanian modern yang menjadi bagian penting dari Program PM-AAS.
Materi pertama yang diberikan adalah teknologi penyemprotan Bio Silika menggunakan drone pertanian yang disampaikan bekerja sama dengan PT Setia Tani Tabanan. Dalam pemaparannya, operator drone Bagaswara menjelaskan bahwa penggunaan drone mampu meningkatkan efisiensi kerja di lapangan.
"Dalam satu hektare lahan, penyemprotan dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar 14 menit dengan kebutuhan larutan sebanyak 15 liter. Cara ini jauh lebih efektif dibandingkan penyemprotan secara konvensional," jelasnya.
Sementara itu, Direktur PT Setia Tani Tabanan, drh. I Dewa Made Kuca Kucala, menyatakan komitmennya untuk mendukung keberhasilan Program PM-AAS di Bali melalui penyediaan sarana pendukung, termasuk operasional drone pertanian untuk penyemprotan pupuk maupun pestisida.
Kepala BRMP Bali menjelaskan bahwa penggunaan Bio Silika bertujuan memperkuat batang tanaman padi sehingga tidak mudah rebah meskipun ditanam dengan populasi yang lebih padat.
"Kepadatan populasi tanaman menyebabkan batang padi menjadi lebih lemah. Oleh karena itu, penggunaan Bio Silika sangat diperlukan untuk memperkuat batang tanaman. Sementara itu, penggunaan drone merupakan bagian dari modernisasi pertanian yang mampu mempercepat pekerjaan petani," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BRMP Bali juga menyampaikan arahan Menteri Pertanian kepada seluruh penyuluh pertanian agar segera melakukan persiapan dan sosialisasi kepada petani terkait pelaksanaan PM-AAS.
Ia menegaskan bahwa penyuluh diharapkan segera membantu petani mengusulkan Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL) melalui aplikasi E-Banper agar bantuan pemerintah dapat segera diproses.
Selain itu, sebelum pelaksanaan tanam PM-AAS, seluruh kebutuhan sarana produksi harus dipastikan tersedia sesuai rekomendasi. Untuk setiap hektare lahan, diperlukan benih sebanyak 70 kilogram, pupuk urea 300 kilogram, pupuk NPK 400 kilogram, pupuk organik 1.000–2.000 kilogram, serta Bio Silika.
"Apabila seluruh kebutuhan tersebut belum tersedia, sebaiknya penanaman ditunda terlebih dahulu karena dapat memengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman," tegasnya.
Lebih lanjut, Kepala BRMP Bali menekankan bahwa seluruh program Kementerian Pertanian merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilaksanakan secara sinergis demi meningkatkan kesejahteraan petani.
"Kami berharap petani, penyuluh, pemerintah daerah, serta BRMP Bali terus memperkuat kolaborasi agar Program PM-AAS dapat berjalan optimal dan mencapai target yang telah ditetapkan," katanya.
Usai memberikan arahan, BRMP Bali bersama para penyuluh melaksanakan monitoring ke Demplot Perekayasaan PM-AAS di Subak Tegaljati, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa tanaman padi varietas Cakrabuana dan Mapan 05 telah memasuki fase keluar malai dan berbunga. Khusus varietas Cakrabuana, pembungaan terlihat lebih merata karena memiliki umur panen yang lebih genjah dibandingkan varietas lainnya.
Monitoring tersebut menjadi bagian dari evaluasi penerapan teknologi PM-AAS sekaligus memastikan pertumbuhan tanaman berjalan sesuai harapan sebagai contoh penerapan pertanian modern di Bali.